Showing posts with label kendari. Show all posts
Showing posts with label kendari. Show all posts

Saturday, September 1, 2012

Mereka dan Buku "Sedikit Tentangku dan Kendari"

















































Judul: Sedikit Tentangku dan Kendari
Penyusun: Mudhalifana Haruddin & Ayu Aga
Desain Cover: Ferdhy Muhammad
Harga: 45.000 (diluar ongkir)
Tebal: x + 166 halaman diterbitkan melalui nulisbuku

Kontributor:
Mudhalifana Haruddin, Chaerul Sabara, Atyra Sansa, Ely Widyawati, Desi Dian Yustisia, Hana Yusida Syarif, Tatik Bahar, Bramastyo Dhieka, Itsuki Nurmani, Raya Adawiyah, Ummu Shavana, Ephy Aslinda, Andie Dodiet Fauzzie, Januar Lestari, Ramadhan Tosepu, Syabriyah Akib, Ayu Aga 

Penulis Tamu:
Arham Kendari

Sinopsis

Buku tentang Kendari? Jarang ada, apalagi yang genrenya pop. Buku ini menjawab kebutuhan ini. Berisi 26 cerita yang semuanya adalah kisan nyata tentang Kendari. Mulai dari kuliner, pasar tradisional, pete-pete, hingga kisah dunia lain.  Kedekatan emosi pribadi dari tiap orang yang menceritakan pengalaman nyatanya di buku ini membuat pembaca akan bisa melihat, merasakan, membayangkan dan bahkan ingin datang ke kota kecil ini, Kendari.

Endorsement

“Melihat Kendari dari 26 jendela. Buku ini menyeduh kisah dan menghadirkan ke indera rasa kita sebuah romantisme, keunikan, kelucuan:  sebuah kesederhanaan yang asik dan komplit. Langgam kisah dan rasa bahasa menyatu, menjadi sebuah buku yang berhasil bercerita tentang Kendari dari beragam perspektif.”

 (Ilham Q. Moehiddin, cerpenis, essais, novelis. Peraih The Best Four Lomba Novel Republika 2011. Pendiri The Indonesian Freedom Writers)

“Sebagai orang yang belum pernah menginjakkan kaki di tanah Sulawesi, adanya 26 cerita dalam buku ini, membantu saya mengenal Kendari lebih dekat. Saya jadi tahu cerita tentang makanan khas Kendari seperti Sinonggi, mengenal Kendari Teater yang mati suri, juga tarian Lulo atau Molulo yang masuk MURI karena ditarikan secara massal oleh 3000 orang, hingga yang khas dari Kendari, seperti pete-pete maupun bahasa daerahnya.

Mudhalifana dan Ayu sebagai penyusun buku ini memiliki cita-cita yang indah, memperkenalkan kota Kendari dari beragam kacamata para penulis sekaligus pencinta Kendari. Tak berlebihan jika saya katakan, buku ini wajib dimiliki, karena membacanya membuat kita ikut jatuh hati dengan Kendari.”

(Dian Onasis, Penyusun Buku Dan Akupun Berjilbab serta Penulis Buku Anak Serial First Novel Odie dan Rahasia Ransel Ajaib serta Odie dan Pencuri dari Negeri Layn)


---------------------------

Alhamdulillah, bulan lalu akhirnya buku ini sampai juga di tangan setelah mengarungi perjalanan panjang, Jakarta-Surabaya-Makassar-Bone-Kolaka-Kendari (hahaha). Karena paket POS yang saya pilih ternyata paket BIASA, saudara-saudara, maka waktu pengiriman molor menjadi 2 minggu lebih.

Cetakan pertama, 40 eks perlahan-lahan berkurang karena pembelian langsung. Teman, saudara, dan rekan kerja (saya dan Ayu) todong untuk membeli buku ini (walau beberapa baru akan membayar setelah gajian, hehe). Sehingga dalam waktu dekat, buku ini akan dicetak lagi. Jadi, kalau ada yang mau memesan lewat saya, harganya jadi 50 ribu ya, tapi tibanya lama, sebab memakai paket POS biasa. Kalau mau cepat, bisa memesan ke nulisbuku langsung (atau email ke admin@nulisbuku.com, sertakan nama, alamat, dan no.HP, serta jumlah buku), harga 45 ribu di luar ongkir.

Dan, sekali lagi, semua royalti dari buku ini akan disumbangkan ke yayasan/organisasi sosial (belum ditentukan).


Jadi, kamu yang mau tahu tentang Kendari, buruan pesan buku ini...aayuuuuk^^


Monday, August 13, 2012

Sedikit Tentangku dan Kendari




Buku tentang Kendari, ditulis oleh beberapa Mpers.

Yang mau pesan, silakan pm ya^^

Monday, July 9, 2012

Sunday, July 1, 2012

Setelah Tiga Kali

It's a risky thing.


Saya membeli sagu Jum'at kemarin, hanya setengah liter. Di bayangan saya, sagu tersebut akan berubah menjadi sinonggi, bagaimanapun.

Sinonggi sendiri adalah makanan khas dari Tolaki, suku asli Kendari. Mereka biasa menyantapnya dengan side dish berbagai rupa, ikan sayur dan sambal. Meski begitu, Sinonggi kini jadi makanan khas Kendari.

Saya sudah sering makan sinonggi. Masalahnya, saya tak pernah memasaknya sendiri. Masak sinonggi adalah pekerjaan yang sangat beresiko, salah sedikit bukan sinonggi yang diperoleh, melainkan sagu mentah campur air.

Sabtu kemari, rumah dalam keadaan ramai, adik dan kakak saya datang dari kampung. Untuk lebih memeriahkannya lagi, saya berinisiatif untuk membuat sinonggi. Karena saya tidak tahu membuatnya, maka tugas mulia tersebut saya serahkan ke kakak saya. Kakak saya mengaku bisa membuatnya. Sip dah (in my mind), urusan masak sinonggi beres.

Sudah saya ceritakan tadi, makan sinonggi itu gak afdol kalau tak ada hidangan sampingannya. Maka, dimasaklah sayur bayam bening yang dicampur dengan jagung, labu kuning dan daun kelor. Untuk ikannya, dipilih ikan rambe (gak tau sebutan nasional buat ikan ini, yang pasti ikannya merah dan dagingnya manis) yang dipindang dengan asam, kunyit, sereh dan tomat). Serta tak lupa sambal tomat yang ditumis.

Side dishnya sudah siap, tinggal membuat hidangan utama-sinonggi. Kakak saya sudah siap, namun setelah ditanya ke adik saya, rupanya dia juga mengaku bisa. Akhirnya saya putuskan, adik saya saja yang membuatnya. Kemampuan masaknya di atas saya, memang.
Sagu mentah yang telah diendapkan di dalam air, perlahan-lahan diaduk sampai kental. Lalu, ke dalam loyang dituang air panas (yang baru mendidih) sedikit demi sedikit. Tapi, kok sagunya adem ayem saja. Tak ada perubahan.
"Kenapa dia ndak berubah?" tanya saya ke adik saya.
"Aduk ko! Itumi ko ndak aduk tadi," semua tegang. Sinonggi ini sepertinya gagal.
"Tunggu, telepon Ana dulu," ujar adik saya. Ana adalah sepupu kami yang sudah mahir dalam dunia per-sinonggi-an.

Setelah adik saya menelepon untuk meminta petunjuk. Perjuangan dilanjutkan. Kali ini air dalam sagu dikurangi, dan air panas dituangkan dalam jumlah yang lebih banyak. Sagu perlahan-lahan berubah, volumenya bertambah. Namun, warnanya kembali sama dengan warna sagu mentah. Sinonggi memiliki warna bening, seperti lem sagu.

sinonggi dkk

"Ohh, tambah airnya. Kita kasih duduk di kompor* saja. Pasti jadiji itu, katanya Ana," adik saya melanjutkan percobaan yang ketiga. Dan, taaaaraaaaaaa, berhasil sodara-sodara. Sagu telah berubah jadi sinonggi. Kami pun langsung menyerbunya. Sikaaaat!

 eksekusi (pemeran: Alif, my nephew)
----------------------------------------------------------
kasih duduk di kompor = istilah untuk memasak di kompor (Raha)

Gambar sudah ada!


Friday, April 20, 2012

Salam dari Kendari^^

Jika orang lain mesti menyisihkan uang dan cutinya demi liburan ke pantai atau gunung, maka saya tidak. Tiap hari adalah liburan :)

Dengan hanya menumpang angkot (di daerah saya dikenal dengan pete-pete), maka tiap hari saya akan menikmati nikmatnya angin pantai dan sejuknya gunung dan bukit. 

Adalah purirano, sebuah kelurahan di paling ujung Kendari, lokasi kantor saya. Dengan melewati beberapa tanjakan dan turunan, pantai dan perumahan penduduk, stasiun pengisian BBM, pabrik  Semen, maka sampailah saya di sana. Dua puluh menit saja dari "kota"-nama wilayah di kota ini, yang memang dahulu adalah pusat kota, sebelum bergeser ke pusat yang baru.

Meski secara administratif Purirano masih berada di ibukota provinsi (Sulawesi Tenggara), namun drastis suasana yang ada adalah pedesaan. Rumah-rumah masih jarang, dan embel-embel sebagai kota nyaris tak terlihat, selain jalan yang lumayan mulus.

Langit dan laut biru 

 Saat pagi hari, laut surut dan hujan (dari jendela pete-pete)

Suasana depan kantor, "country" banget :)

Jalanan yang mulus itu baru saja hadir, di ujung 2011. Sebelumnya jalanannya sangat rusak, dan angkutan yang mau ke sana sangat sedikit. Angkot yang melayani jalur ini pun hanyalah armada "second" atau kelas dua. 

Di dalam angkot tujuan Purirano 

Enaknya naik angkot ini adalah ngetemnya tidak lama. Walaupun penumpangnya cuman satu, sopirnya tak suka menunggu lama-lama.

So, bagi yang mau ke Sulawesi Tenggara, khususnya Kendari, yang tau mau pergi jauh-jauh dari kota namun mau yang suasana "ndeso", ke sini aja. Cari saja pete-pete Purirano, angkot biru dengan strip putih, di depan Toserba Nusantara daerah kota. Silakan nikmati angin laut dan gunung di sana.....


Salam dari Kendari, di kaki tenggara pulau Sulawesi

Wednesday, March 7, 2012

Proyek Buku "Semua Tentang Kendari" (DL baru, 25 MAret 2012)

http://audisimenuliskendari.tumblr.com

 

Haiiii….

Kami akan mengadakan proyek menulis buku, tujuannya untuk membuat sebuah Buku tentang Kendari. Syarat naskahnya adalah, 

  • Pertama, temanya “Semua tentang Kendari”, jadi kami menerima naskah-naskah kisah NYATA dari kamu, yang berkisah tentang Kendari. Baik yang tinggal di Kendari, perantauan asal Kendari, yang pernah datang ke Kendari, atau bisa juga untuk kamu yang kenal dengan orang Kendari. Dan pastinya WNI asli.
  • Bentuk naskah yang kami terima ada tiga, bisa  cerpen, esai atau flash true story (FTS). Untuk cerpen dan esai, jumlah halamannya 2 - 5 lembar, sedang yang FTS 400 - 800 kata, dengan ketentuan diketik rapi di kertas A4, font Times New Roman, spasi 1.5 , ukuran huruf 12.
  • Naskah harus orisinil, bukan jiplakan atau terjemahan, serta belum pernah diterbitkan (cetak atau online). Surat pernyataan menyusul bila lolos.
  • Tidak harus sesuai EYD, tapi perhatikan kaidah berbahasa yang baik dan benar. Bahasa alay dilarang di sini. Bahasa daerah diperbolehkan dalam dialog, atau untuk istilah-istilah yang diperlukan. Bahasa asing, boleh asal tidak mendominasi.
  • Jangan ada SARA dan pornografi, politik  atau menyebarkan permusuhan dan  kebencian!
  • Tiap orang bisa mengirimkan maksimal tiga karya. Bisa salah satu bentuk naskah, atau kombinasi ketiganya.
  • Simpan naskahmu dalam format  SEMUATENTANGKENDARI-NAMA-JUDUL NASKAH-AKUNTWITTER/FB (format Microsoft Word XP/.doc) Lalu kirim keaudisimenuliskendari@gmail.com dengan subject email “SEMUATENTANGKENDARI-NAMA-JUDUL NASKAH” (di lampiran email/attachment ya).
  • Setelah mengirim, lewat page FB Audisi Menulis Untuk Kendari atau mention ke twitter kami, @AudisiKendari, untuk memastikan naskah kamu kami terima. Pastikan juga sudah me-like  page dan atau mem-follow twit kami.
  • Sertakan pula  identitasmu di badan email yang kamu kirim: nama asli/nama pena, alamat dan email, akun twitter/FB, serta no HP yang bisa dihubungi.
  • Pengiriman naskah dimulai tanggal 1 Februari 2012 hingga Minggu, 25 Maret 2012 jam 23.59 WITA.
  • Kami akan menyeleksi naskah dan melakukan pengeditan sesuai kebutuhan. Pengumuman naskah yang lolos akan dimuat di blog ini dan page FB dan menjadi milik tim Audisi Menulis Kendari.
  • Judul buku menyusul. Untuk sementara, tema “Semua tentang Kendari” akan menjadi judul awal.
  • Keseluruhan naskah akan diterbitkan melalui nulisbuku.com, bersama beberapa naskah tamu dan panitia
  • Kami juga menerima sumbangan sampul depan buku :)
  • Royalti, akan disumbangkan ke lembaga sosial, jadi menulis sambil beramal :)
  • Dan terakhir, tunggu launchingnya!  Bukunya bisa dibeli di nulisbuku.com.

 

Itu ajah dulu yah, kalau ada yang tidak jelas bisa tanya ke sini, atau ke FB dan twitter.

 

Kita tunggu naskahnya komorang na!

Salam

 

Tim Audisi Menulis Kendari

Mudhalifana Haruddin & Ayu Aga

 

 

*Tolong bantu sebarkan notes ini ke teman-teman kamu ya..terimakasih

Monday, January 9, 2012

Lil' shake, this morning

Pagi tadi kota Kendari di sapa dengan gempabumi. Pukul 08.45 WITA, sebuah guncangan terjadi di 25, 6 KM Barat Daya Kota Kendari. Dalam magnitudo 3,0 skala Richter, walaupun kecil dalam skala seismologi, tapi rupanya besar di atas permukaan, dan terasa oleh banyak orang. Gempa ini terjadi di kedalaman 11 km di bawah permukaan.

tampilan sinyal gempa

Kota Kendari, adalah kota yang rupanya dianugerahi dengan berkah geologi. Dilalui patahan Lasolo yang membentang dari arah Barat Laut ke Tenggara, dan memicu pergerakan disekitarnya.  Sesar ini skalanya besar, yang bisa menghasilkan banyak sesar lokal. Seperti yang ada di daerah Kolono (lokasi gempabumi 25 April 2011, 6.0 SR), dan di tempat gempa tadi pagi. 
Gempa tadi pagi juga adalah gempa darat, dan dangkal. Kategori yang bisa merusak banyak bangunan, apalagi kalau magnitudo (besar)nya lebih besar. Tapi, juga merupakan pembatal tsunami, gempa di darat bukan pemicu tsunami.
Daerah ini secara seismik tergolong sedang, tak terlalu aktif seperti segitiga maluku utara, sumatera, selatan jawa atau papua, namun guncangan sebesar 3 skala Richter bisa membuat masyarakat resah, karena memang jarang terasa. Sehingga, sebagai manusia kiat harus terus berdoa, semoga gempabumi ini hanya pengingat saja. Bukannya azab karena kita banyak khilaf dan alpa.

Friday, January 6, 2012

Meet a Friend

Bermula dari pesan di akun Linkedin saya, 

Seorang teman lama, yang saya kenal selama kerja di kantor pusat rupanya ingin berjalan-jalan ke Kendari, khususnya stasiun gempa tempat saya sekarang.  Saya menjawab, silakan datang, ada banyak pemandangan laut di sini, juga rocking road (hehe, yang bener itu rocky road, dari teman saya).
Untuk memuluskan, kami pun bertukar nomor telepon juga. Nah, kalo saat imel-imelan memakai boso inggris, maka sms-sms dilakukan dalam bahasa indonesia. Rupanya Ole memang lagi menggiatkan berbahasa Indonesia (padahal kita maunya berbahasa Inggris dengan bule, kebalik ya^^). Alhamdulillah..saya tak perlu lagi berpotang panting mencari kata Inggris yang tepat, hehe 
Ole tiba di Kendari hari Kamis, lalu datang ke stasiun Jum'at pagi. Karena sudah bekerjasama dengan BMKG cukup lama, tidak heran kalau dia antusias dengan stasiun di daerah. Beserta istri, Robyn dan anaknya, Chilly, kami menunjukkan peralatan di stasiun mungil kami.  Sensor gempa, petir, alat penakar hujan, dan komputer-komputer analisa. 
Ole berprofesi sebagai numerical modeller di AIFDR, lembaga kerjasama Australia Indonesia di bidang bencana, kami dulu bekerjasama membangun software analisa akselerograf yang dipakai di divisi seismologi teknik. Sebuah kerjasama yang bertujuan untuk menghasilkan sistem analisa guncangan dan pemetaan pengaruhnya terhadap daerah-daerah di Indonesia. Sementara kini di stasiun gempa Kendari, datanya masih sangat konvensional. Sistem di sini belum terintegrasi dengan yang di pusat. Sangat pantas, karena ini hanya stasiun kelas IV, sebuah kelas di lapisan paling bawah semua UPT (Unit Pelaksana Teknis) BMKG. Doakan semoga naik cepat naik kelas ya pemirsa.
 

Melihat penakar hujan

Tak banyak yang bisa ditunjukkan kepada Ole, karena memang hanya ada beberapa alat yang ada, hehe. Meski begitu, dia terkesan dengan keeksotisan stasiun ini, banyak fruit tree-nya, udaranya yang  segar karena berdekatan dengan laut.  
Sebenarnya saya agak kaget waktu melihat Ole datang dengan keluarganya. Saya tidak berani menanyakan dalam imel atau sms-takut melanggar privasi (kayak artis kita aja), dengan siapa dia akan datang. 
Ole bisa berbahasa indonesia, walau tidak terlalu lancar. Dia juga pernah muncul di acara BuGil (Bule Gila, bersama Farhan) beberapa tahun yang lalu. Bule-bule ini memang kekeuh belajar bahasa, kalau mentok ya tinggal buka google translate

Ole, Robin, Chilly dan rekan2 saya

Karena hari kerja, saya tidak menemani Ole berkeliling kota Kendari. Ole hanya bertanya, tempat wisata yang bisa untuk berenang. Teman saya menyarankan ke waterboom saja, karena searah dengan bandara. Hari ini mereka pun terbang ke Jakarta, back to work.
Sebelum pamit, saya sempat bertanya ke Ole, tentang Rocky Road. Yang saya maksud adalah jalanan rusak yang melintasi arah ke stasiun ini, Ole tak melihatnya. "Sudah diperbaiki!", saya menegaskan, hehehe. Tak ada lagi rocky road, beberapa minggu sebelumnya jalanan itu sudah diperbaiki.

Saturday, July 2, 2011

Jalan2 Kuliner : Pisang Epe' KEndari




Hari ini badan capek sekali..*curhat.
Setelah mencuci koleksi baju seminggu, saya memutuskan untuk melanjutkan "hunting foto" teluk Kendari, demi lomba Foto.
Mulanya, pengen jalan sendiri, tapi ternyata, setelah menelpon teman lama, akhirnya jadi hunting berdua, ditemani motor orannye-nya.
Jalan dan hunting sore ini, ditutup dengan mencicipi makanan khas Kendari, Pisang Epe. Walaupun jajanan ini juga ada di Makassar, tapi, yang ini beda. Beda dari segi Sausnya, yang tetap menonjolkan rasa pisangnya, bukan menyamarkannya. Saus yang terbuat dari gula merah, tepung (terigu/kanji), serta butiran kacang tanah, yang kadang2 ditambahi esens durian, membuat Pisang kepok penyet bakarnya terasa lengkap......mantap!
Buat yang kepingin mencicipinya, silakan ke Kendari ya..banyak dijajakan di pinggir laut (PirLa) , atau KeBi (Kendari Beach), ditunggu!!!

Thursday, June 30, 2011

Si Penjual Kacang




Waktu breaking record kemaren, gak sengaja memotret penjual kacang rebus di pirLa Teluk Kendari dengan bermacam pose. Setelah diotak atik di Paint dan GIMP, jadi satu poto deh...

Tuesday, June 28, 2011

Break A Record

Seumur hidup, saya belum pernah punya rekor, apalagi yang nasional.  Kalau bolos atau telat masuk kelas dianggap bisa termasuk rekor, mungkin saya berhasil punya berkali-kali rekor nasional, hehe :)Tapi, memang rejeki ndak akan kemana.  Tak sengaja, saat sedang pesbukan, saya  melihat halaman yang menarik mata saya, 1001 Wajah Teluk Kendari. Teluk Kendari, adalah salah satu interest saya setelah pulang kampung.  Dan Fotografi, adalah salah satu passion baru saya, walau cuman bermodal kamera hape.  Dua hal itu digabung, tanpa diundang pun, saya rela menceburkan diri,  :-)
Berita itu saya bagi dengan seorang teman, yang rupanya sangat antusias juga.  Setelah mengisi form pendaftaran, kami pun siap beraksi-memecahkan rekor, yeee!

Sabtu, 25 Juni, cuaca Kendari agak kurang kondusif.  Hujan terus turun, dan sepertinya tak mau berhenti dalam waktu sesingkat-singkatnya.  Hati menjadi  bimbang, mungkin kah sebentar akan berhasil?  Ditambah kondisi badan yang habis demam, menambah ciut nyali.  Tapi, Alhamdulillah, ternyata hujan berhenti juga.  Sepertinya kesempatan ada.   Bersiap-siap, rekor nasional tunggu kami!Jam 4 sore lewat, saya tiba di lokasi. Pirla  (pinggir laut) aka KB (Kendari Beach) adalah lokasinya.  Beribu-ribu orang sudah berhimpun, tua, muda, anak-anak.  Yang mau ikutan, yang cuman nonton, yang mau jualan, yang memang tinggal disitu, yang ngurus acara,yang jadi tamu adalah yang memeriahkan acara.  Acara pemecahan rekor kemudian diadakan, ribuan kamera mulai beraksi, saya dan Fira, mengabadikan momen itu dengan kamera HP.  



Maskot Rekor.

Hujan mulai turun,rintik-rintik. Kemudian, turun dengan derasnya.  Hingga, kami pun mesti mengungsi ke tenda yang ada.  Sekitar  10 - 15 menit, lalu berhenti.  Saat yang tepat, bersamaan dengan munculnya pelangi.  Seakan ikut merayakan rekor yang telah pecah. 
Rainbow.
Hujan lalu turun lagi, kali ini tiada ampun. Beserta angin, hampir merobohkan tenda tempat kami berteduh.  Dengan bagian bawah pakaian kami yang sudah pasti basah kuyup, tapi semua itu tak mengapa.  Rekor telah pecah, dan kami pun jadi bagian di dalamnya. Yatttaaaaaa....^_^Dan kini, saya harus mencari foto-foto terbaik tentang teluk Kendari, karena masih ada lomba Foto.  Dan kali ini, saya mohon doanya..
Moga dapat kamera..hehe..mumpung gratis. but, eniwei hadiahnya ada kamera gak ya? wkwkwkwkwk....masih Enjel ternyata.

Wednesday, June 8, 2011

Jepretanku




Kumpulan foto2 dari ponsel..hasil keliling2 kota...

Sunday, April 24, 2011

Karena Aku begitu Cantik*

Bukan, bukan bermaksud narsis.
Tapi, ini tentang fenomena.

Kalau datang di kota Kendari atau Raha, kalian akan terkejut, betapa semua wanita di kota ini sangat cantik*yang ini baru, sangat narsis
Kenapa? wanna know? penasaran...okey, ini alasannya.

Entah mengapa, kata cantik adalah kata yang umum di kota ini.  Menurut rumor dan kabar burung yang bisa dipercaya, kata -cantik yang disematkan di akhir kalimat, pertama kali di gunakan dengan masif oleh para Banci.  Jadi, kalimat yang awalnya "ko dari mana ka?" (bagi yang roaming, ni terjemahannya --kamu dari mana *gaya susanti upin&ipin), menjadi "ko dari mana ka, cantik?"..see, e'body who hears that would be really feel that she does  beautiful.

Jadi, kalau kalian datang ke kota ini, lalu ada seseorang yang menyapa di bandara "Kenapa? gak ada yang jemput, cantik?"...tersenyumlah, dan jangan GR dulu..mungkin saja dia menawarkan rentaL atau Taxi,  bukan karena anda cantik.


*juduL, terinspirasi oleh mbak Azimah

Wednesday, March 30, 2011

Letter for Our Major

Yth Bapak Walikota di Meja Kerja

Asssalamua'alaykum Pak,
Nama saya Pia, salah seorang warga bapak.
Mau Curhat..



Bapak sudah pernah keliling-keliling kota Kendari belum?
Kayaknya belum deh Pak.
Soalnya banyak jalanan yang masih rusak, dan rusaknya tidak tanggung2..
Contohnya jalanan ke arah Mata, daerah terluar di wilayah kekuasaan Bapak.
Sepanjang jalan yang langsung berbatasan dengan laut, jalanannya sudah bolong semua,
Aspalnya entah kemana.
Padahal itu akses ke tempat wisata loh Pak,
jadi perhatian wisatawan/wisatawati yang mau liburan ke Kasilampe dan Toronipa.
dan jadi jalur diriku ke tempat kerja.
Tolonglah pak, diperbaiki.
Kalo perlu disurvei dulu, soalnya jalanan yang dibangun dipinggir laut rawan..
Sama perembesan air laut..(Bapak pasti lebih tau)

dan juga, trayek angkot ke sana, diperhatikan...
Karena, trayek angkutan yang tertib dan lancar mencerminkan kemajuan sebuah daerah..



Harap bisa dipertimbangkan...


Salam

warga biasa

Pia 

Thursday, October 15, 2009

Did You Feel It? (Gempa semalam, 5,8 SR, 88 Km TimurLaut Kendari)

Dini hari tadi, telah terjadi gempa yang berkekuatan 5,8 SR di 88 Km timur laut Kendari. Gempa tersebut terjadi pada pukul 18:33:38 GMT atau pukul 02:33:38 WITA. Pusat gempa (episenter) berada di laut banda, yakni di sekitar pulau Menui, Sulawesi Tengah.  Laut Banda sendiri merupakan daerah aktif gempa, dimana merupakan pertemuan lempeng Eurasia, lempang Pasifik dan lempeng Indo-Australia.


Info gempa: PGN (pusat Gempa Nasional) telp:021-6546316,
 Stasiun Meteorologi Kendari , telp :04013128528..If you feel it, call them!