Showing posts with label gempa. Show all posts
Showing posts with label gempa. Show all posts

Monday, January 9, 2012

Lil' shake, this morning

Pagi tadi kota Kendari di sapa dengan gempabumi. Pukul 08.45 WITA, sebuah guncangan terjadi di 25, 6 KM Barat Daya Kota Kendari. Dalam magnitudo 3,0 skala Richter, walaupun kecil dalam skala seismologi, tapi rupanya besar di atas permukaan, dan terasa oleh banyak orang. Gempa ini terjadi di kedalaman 11 km di bawah permukaan.

tampilan sinyal gempa

Kota Kendari, adalah kota yang rupanya dianugerahi dengan berkah geologi. Dilalui patahan Lasolo yang membentang dari arah Barat Laut ke Tenggara, dan memicu pergerakan disekitarnya.  Sesar ini skalanya besar, yang bisa menghasilkan banyak sesar lokal. Seperti yang ada di daerah Kolono (lokasi gempabumi 25 April 2011, 6.0 SR), dan di tempat gempa tadi pagi. 
Gempa tadi pagi juga adalah gempa darat, dan dangkal. Kategori yang bisa merusak banyak bangunan, apalagi kalau magnitudo (besar)nya lebih besar. Tapi, juga merupakan pembatal tsunami, gempa di darat bukan pemicu tsunami.
Daerah ini secara seismik tergolong sedang, tak terlalu aktif seperti segitiga maluku utara, sumatera, selatan jawa atau papua, namun guncangan sebesar 3 skala Richter bisa membuat masyarakat resah, karena memang jarang terasa. Sehingga, sebagai manusia kiat harus terus berdoa, semoga gempabumi ini hanya pengingat saja. Bukannya azab karena kita banyak khilaf dan alpa.

Thursday, October 15, 2009

Did You Feel It? (Gempa semalam, 5,8 SR, 88 Km TimurLaut Kendari)

Dini hari tadi, telah terjadi gempa yang berkekuatan 5,8 SR di 88 Km timur laut Kendari. Gempa tersebut terjadi pada pukul 18:33:38 GMT atau pukul 02:33:38 WITA. Pusat gempa (episenter) berada di laut banda, yakni di sekitar pulau Menui, Sulawesi Tengah.  Laut Banda sendiri merupakan daerah aktif gempa, dimana merupakan pertemuan lempeng Eurasia, lempang Pasifik dan lempeng Indo-Australia.


Info gempa: PGN (pusat Gempa Nasional) telp:021-6546316,
 Stasiun Meteorologi Kendari , telp :04013128528..If you feel it, call them!

Wednesday, September 2, 2009

Bagaimana Kalau gempa....?

Pertanyaan itu muncul tahun lalu, dan sampai sekarang masih belum jelas jawabannya.  "Bagaimana kalau gempa mengguncang PGN (Pusat Gempa Nasional), apakah petugas operasional mesti menyelamatkan diri dulu atau harus tetap di tempat?
Fitrah manusia, jika terjadi kedaan yang mengancam hidupnya maka akan mengambil keputusan untuk menyelamatkan diri. Dan, itu terbukti kemarin.  Saat gempa mengguncang Jakarta, banyak pegawai operasional yang berhamburan keluar,  bahkan terus pulang. ** kalau yang ngurusin gempa ajah kayak gini, gimana orang awam.. ***
Tapi, alhamdulillah-nya, masih ada yang profesional, tetap di tempat untk memantau gempa, apalagi para pejabatnya ** gak berani kabur, soalnya bos besar pasti minta laporan..**
Ruangan tempat kerjaku dan PGN cuman di batasi satu sekat, dan kemarin sekat yang kebetulan dipenuhi kaca-kaca itu bergetar.  Ayunan yang dirasakan seperti di atas kapal, cukup membuat pusing dan mual.  Saat gempa berlangsung, agak terjadi kekacauan di sini.  Sirene yang biasanya berbunyi untuk gempa besar, tidak berfungsi, jaringan internet dan komunikasi agak terganggu sehingga info gempa terlambat.  Gedung yang cuma berlantai lima plus ini bergetar cukup kuat, bisa dibayangkan bagaimana dengan gedung yang lebih tinggi yang banyak di Jakarta. 
Namun lebih syukurnya lagi, ternyata banyak yang sudah mengerti, kalau gempa terutama jika ada di gedung bertingkat (banyak), segeralah menyelamatkan diri via tangga darurat, bukannya lift.  Intinya, segeralah keluar dari gedung tersebut.
Dalam prinsip earthquake engineering, bukanlah gempa yang membunuh orang, tapi struktur yang buruklah yang menyebabkan bencana.  Walaupun magnitudenya kecil, dengan struktur yang jelek dan kondisi tanah yang memang sangat rawan, bisa menyebabkan korban yang lebih banyak daripada gempa berkekuatan besar.
(old post, after tasikmalaya earthquake)