Ku akui, aku memang manis. Tapi yang ini, jauhhh lebih manis.---pembukaan lebay, maaf kalo ada yang mual^^Memutar waktu ke masa kecil, masa di mana rasa risih dan takut tak menjadi soalan, "kau bebas berekspresi teman, jangan takut ditertawai, takkan mati gegara itu".
Saat "masiara" adalah masa-masa kemenangan, memanen kue dan sirup atau soda gratis.
Mengetuk pintu-pintu tetangga, kadang kenal, lebih sering juga tidak,
Kalau beruntung, kami pun dipersilakan masuk. Jika tidak, tinggal tertawa cekikikan. Anggap saja bukan rejeki, lagipula tak sendiri, rasa malu dibagi rata.
Ada satu kue yang pasti sering hadir di rumah-rumah itu. Putri salju, kue yang rasanyaa enaaakkk sekali. Kenapa, karena taburan bubuk putih gulanya terasa makyus di mulut. Apalagi kalau kuenya krenyes2, renyah maka rasanya akan menyatu dengan taburan gulanya, menghasilkan sensasi rasa yang luar biasa (berasa chef Juna, qeqeqe
Tapi, kini aku hanya bisa memandang dari jauh. Dengan perut yang semakin tua, penuh masalah, aku mesti mengurangi makanan yang mengandung mentega dan kawan-kawannya. Kalau icip-icip sih masih bisa, tapi tak bisa semaksimal dulu...
Kebiasaan makan manis tapi tak suka sikat gigi juga sekarang meninggalkan kabar buruk bagi gigi gerahamku, semua jadi bolong, so wahai anak-anak Indonesia..dengarkanlah nasehat ini..
Jangan lah lalai menyikat gigi..semua yang ada di iklan-iklan pasta gigi itu tak bohong. Suer deh!!
---------------------------
Dibuat dalam keadaan ngebut demi ikutan lombanya ai dan novi
masiara = keliling2 bertandang saat lebaran ke keluarga, tetangga atau kenalan (istilah dari bugis kalo gak salah)
gambar dipinjam dari sini