Showing posts with label bulutangkis. Show all posts
Showing posts with label bulutangkis. Show all posts

Tuesday, June 19, 2012

"Pecah Bisul" di Indonesia Open 2012

Ahad kemarin gelaran Final Indonesia Open Super Series 2012 dilangsungkan. Lima partai, dengan dua finalis tuan rumah. Indonesia kebagian nomor Tunggal Putra dan Ganda Campuran. Sayang, hanya satu gelar yang bisa direbut, yakni Simon Santoso yang mengalahkan pemain Cina, Du Peng Yu.

Meski cuma satu gelar, namun ini sudah menandakan peristiwa "pecah bisul" di even bergengsi ini. Indonesia telah cukup lama puasa gelar semenjak 2008. Gelar Simon juga yang pertama buatnya setelah lama tak menggenggam medali atau piala.

Turnamen ini menghasilkan banyak kejutan. Unggulan seperti Chen Long, Chen Jin, Wang Xing, Peter Gade tumbang di babak-babak awal. 

Indonesia Open tahun ini juga menuai pujian dari BWF, organisasinya bulutangkis dunia. Penyelenggaraannya dinilai yang terbaik, bahkan dibanding All England. Hanya saja kapasitas dan luas Istora yang dipandang kurang besar.  

Hasil pertandingan yang menyajikan berbagai kejutan rupanya memicu banyak negara yang akan ikut dalam Olimpiade Juli mendatang menjadi lebih mawas diri dan melakukan evaluasi lebih. Seperti Cina yang gagal dalam nomor tunggal putra dan putri, serta ganda campuran, dan hanya mampu membawa gelar ganda putri. Indonesia yang mengandalkan pasangan Butet-Owi juga mesti mempersiapkan pasangan ini lebih matang setelah kalah di Final dari pasangan Thailand, Sudket-Saralee. Malaysia yang tanpa gelar, serta Korea yang hanya meraih nomor ganda putra. Ini juga yang membuat turnamen setelahnya, Singapore Open (yang kini tengah berjalan) menjadi sepi pemain bintang.

Indonesia Open 2012 ini juga mulai membangkitkan gairah perbulutangkisan yang sudah lama lesu. Wajah-wajah muda dan baru mulai muncul, meski tak sampai ke partai puncak.  

SEMANGAT BUAT BULUTANGKIS TANAH AIR,
DI OLIMPIADE LONDON KITA BISA!!



Wednesday, May 23, 2012

Menyedihkan

Ini karena eh karena tim Thomas & Uber kita kalah di quarter final semalam.
Walau beberapa tahun terakhir tak pernah juara lagi, tapi seendaknya tetap masuk semifinal bahkan sampai babak pamungkas. Menyesakkan.
Indonesia yang dikategorikan negara unggulan musti kandas di tangan mantan penjajahnya, Jepang.





..........
(menatap Olimpiade yang sepertinya bakal suram )

Sunday, April 29, 2012

Laporan Olahraga, Senin, 30 April 2012

Dari lapangan tenis, petenis nomor dua dunia, Rafael Nadal berhasil menjuarai Barcelona Open. Nadal mengalahkan rekan senegaranya, Davis Ferrer dalam dua set langsung, 7-6 7-5. Gelar ini adalah gelar ketujuh Nadal di Barcelona, sekaligus mengukuhkannya sebagai Raja Lapangan Tanah Liat.

Rafael Nadal, Barcelona Open 2012

Di cabang bulutangkis, Indonesia mendapatkan satu gelar di India Open dari pasangan ganda campuran (paling bersinar 2012), Lilyana Natsir--Tantowi Ahmad yang mengandaskan ganda Thailand, Sudket Prapakamol--Saralee Thoungthongkam, 21-16 16-21 21-14. Gelar  ini adalah gelar ketiga pada tahun ini buat Butet-Owi sekaligus sebagai juara bertahan. 

Cina hanya meraih gelar tunggal putri, sedangkan Korea berhasil menggondol dua gelar, tunggal putra dan ganda putri. Thailand kebagian gelar ganda putra. 
Kejutan terjadi saat Lee Chong Wei, peringkat pertama dunia dikalahkan urutan 17 dari Korea, Shon Wan Ho, 21-18 14-21 21-19.

Butet--Owi, India Open SS, 2012 

Dari motoGP Spanyol di sirkuit Jerez, Casey Stoner merebut gelar pertama. Tempat kedua dan ketiga diisi oleh Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa. Meskipun start dari tempat kelima, Stoner berhasil menyalip Lorenzo yang saat itu sedang memimpin, pada lap kedua.
Berkat podium satu di Jerez, poin Stoner bertambah menjadi 41 meski masih kalah dari Lorenzo dengan 45 poin. Sedangkan, mantan juara dunia, Valentino Rossi finish di tempat 9 di belakang rekan setimnya, Nicky Hayden.

Lorenzo, Stoner dan Pedrosa, GP Spanyol, 2012

*sumber gambar olahraga.kompas.com


Monday, March 12, 2012

All England 2012, Ada juga Indonesia

Setelah film Unstopable-nya Denzel Washington semalam berhasil mengalihkan kegiatan "menulis" yang seharusnya saya lakukan, tak sengaja kanal MNC SPORTS terpencet. Ah, rupanya All England sedang ditayangkan. Pertarungan antara Wang Yi Han dan Li Xue Rui mendekati titik akhir, Li Wue Rui pun memperoleh juara. Dalam usia yang sangat muda, 21. 

Setelah itu, maka giliran pasangan ganda campuran Indonesia bertarung. Melawan ganda Denmark, yang hari sebelumnya melibas pasangan China no. 2 dunia. 

saking semangatnya, duo kita sambil melayang untuk meladeni lawan
(dari sports.okezone.com)

Permainan berjalan tegang, tapi kendali ada di pasangan butet-owi. Serangan-serangan tajam cuma dilakukan saat benar-benar diperlukan, pukulan-pukulan bervariasi dilepaskan. Hingga nyaris tak terbaca lawan. Set pertama berakhir dengan 21-17.
Set kedua, walau sempat beberapa kali pasangan Denmark menyerang, tapi butet-owi tetap fokus. Tidak terpancing permainan ganda Denmark. 21-19, set ini ditutup dengan kemenangan pasangan Indonesia.
Ganda campuran beberapa kali memang menyelamatkan wajah Indonesia di pentas bulutangkis dunia, setelah tak lagi ada tunggal putra atau ganda putra yang prestasinya mencolok. Di 2012 ini, inilah gelar pertama Indonesia di turnamen sekelas Super Series.

Next Butet-Owi, OLIMPIADE 2012!!

Sunday, October 2, 2011

Indonesia Open GP Gold 2011, Samarinda :The Finals

Bertemu lagi, dengan siaran langsung turnamen bulutangkis, setelah minggu lalu Japan Super Series.  Dari hari senin ditunggu-tunggu, di televisi nasional manakah akan tayang, ternyata di televisi kesayangan kita semua, TVRI-menjalin persatuan dan kesatuuuaaannn *nyanyijingletvri

Secara teori, sebagai tuan rumah, wakil kita di final harusnya lebih banyak. Tapi, kenyataannya cuma tiga. Dua tunggal putra, dan satu pasangan ganda putra.  Kekuatan bulutangkis dunia memang kini merata.  Indonesia kini banyak terseok-seok dibelakang yang  lain .

Malaysia merebut tempat pertama, ganda putri, mengalahkan ganda Cina. Perawakan pasangan Malaysia yang tinggi dan kurus, mengingatkanku dengan rata-rata pemain Indonesia. Kita tak kalah dari mereka, tapi kok prestasi kita kayak gini???

Partai kedua, tunggal putri. Pemain Perancis kelahiran  Cina bertarung dengan pemain Cina lapis ketiga (yap ketiga, Cina mengirim lapis ketiganya  ke sini!! ), Chen Xiao Jia. Chen menang. tapi lewat permainan tiga game.

Tunggal putra, all Indonesian Final, Hayom Rumbaka vs Tommy Sugiarto.  saya menjagokan Tommy, karena mendengar kisahnya...apakah itu?
Tommy adalah pemain yang terbuang dari pelatnas, dan tersisih akibat kalah bersaing dari Hayom. Namun, sekarang prestasinya lebih cemerlang, dan kemarin habis menang di Taiwan GP.  
Sayang, kali ini Tommy musti mengakui keunggulan Hayom Rumbaka.  Dua set langsung .  

Partai selanjutnya, Ganda campuran mempertemukan pasangan-pasangan dari Cina. Sudah dipastikan gelar jatuh ke Cina.

Terakhir, ganda putra. Indonesia melawan Jepang, Bona Septano/M.Ahsan vs Ando Hiroyuki/ Hayawaka Kenichi. Setelah gagal di Jepang minggu lalu, kali ini Bona-Ahsan tidak membuang kesempatan bermain di depan publik sendiri. Bona-Ahsan menang, dua set langsung, 21-13, 21-14. Horeee!!!

Ganda Putra No.1 Indonesia, Bona Septano-Muh.Ahsan

Sebagai informasi, turnamen GP Gold ini  setingkat di bawah Super Series. Sehingga sedikit pemain top dunia yang ikut.  Suasana final tadi juga sedikit sepi, tak banyak penonton yang hadir. Padahal, kangen dengan masa-masa heboh penonton Indonesia yang seperti lagi nonton konser, penuh dengan tabuhan gendang, teriakan dan nyanyian. Bikin semangat orang yang bermain. Kapan lagi ya???

Oke, dengan demikian, sekian saja laporan Pia dari Samarinda.  Bertemu lagi di turnamen yang lain.

Salam Olahraga.

Monday, May 18, 2009

Sudirman...oh Sudirman!

Nonton siaran badminton lagi, setelah ajang Olimpiada tahun lalu. Kali ini, Indonesia berhasil masuk ke babak Semifinal Piala Sudirman sebagai Runner Up Grup A.
Piala Sudirman adalah perlombaan bulutangkis beregu campuran, yang diselenggarakan dua tahun sekali. Dimulai di tahun 1989 di Jakarta. Indonesia menjadi juara kali itu, namun sayangnya di tahun-tahun berikutnya, piala tersebut berpindah-pindah tangan antara Cina (6 kali) dan Korea Selatan (3 kali). Kalau sebelum adanya piala ini, antar negara hanya berlomba dalam piala Thomas (untuk beregu putra) dan Uber (beregu putri), maka dengan piala Sudirman, semua nomor dipertandingkan, tunggal putra/putri, ganda putra/putri dan ganda campuran.
Kekuatan Indonesia tahun ini sebenarnya tidak kalah dari negara-negara lain. Buktinya, kita maju ke semifinal dan di babak ini, kita menghadapi Korea Selatan.
Di partai pertama, ganda campuran peringkat 1 IBF, Nova Widianto/Lilyana Natsir dari Indonesia menghadapi ganda terkuat Korea, Lee Young Dae/ Lee Hyo Jung. Kekuatan kedua pasangan ini berimbang cukup berimbang di awal-awal set pertama, namun ganda Korea mampu menang dengan dua set langsung, 18-21, 15-21.
Di partai selanjutnya, Sonny Dwi Kuncoro vs Park Sung Hwan. Sonny, tipikal pemain yang lambat panas kalah di set pertama. Namun, akhirnya Sonny berhasil menang di dua set sisa. Skor 1 - 1 , imbang antara Korea dan Indonesia.
Partai ketiga menghadirkan pertarungan tunggal putri, Maria Kristin vs Hwang Hye Youn. Maria yang berbeda dua peringkat dengan lawannya, gagal memenangkan pertandingan. Tunggal paling diandalkan di sektor putri ini masih dibekap cidera yang parah.
Setelah unggul 2 - 1, Korea berada di atas angin, dan membuat Indonesia tertekan. Harapan selanjutnya, ganda putra dadakan Indonesia, M. Ahsan/ Hendra Setiawan melawan Ganda Putra Korea, Lee Young Dae/ Jung Jae Sung. Namun, keduanya tidak berdaya menghadapi pasangan Korea tersebut dan menyerah straight set, 9-21, 19-21. Korea pun melaju ke Final, sedangkan kita hanya memperoleh juara ketiga, medali Perunggu bersama-sama Malaysia.
Mengapa kita bisa kalah? Pertanyaann ini mungkin bisa dijawab oleh salah seorang komentator, "Korea lebih siap dari kita!". Ya, Indonesia memang minim persiapan kali ini.
Bagaimana dengan Sudirman Cup dua tahun ke depan, apakah masih jadi mimpi untuk Indonesia?? Semoga tidak...v_v !
Semangat..Fighting!!!!!!!

ps: Cina juara, sukses taklukkan Korea 3 - 0 tanpa balas.