Monday, May 7, 2012

[FF Ninelights] Abaaah... Emaaaak!

Sedari awal aku naik pete-pete ini, tak ada suara lain terdengar selain suara mesin.
Tiga orang yang ada di dalamnya juga asyik dengan perangkat elektronik masing-masing. Termasuk aku.

Di lampu merah.

Tiba-tiba, "Abaaaah... Emaaaak. Sasasasa..sabar dulu...," terdengar lagu dangdut riang dari depan. Wow, kenceng bo', aku sampai kaget. Suara berukuran memekakkan telinga itu bukan keluar dari mulut pengamen jalanan yang biasa mangkal di situ, tapi dari perangkat audio milik pak sopir--handphone disambung ke speaker mobil.

Awalnya kaget sekali. Bahkan, sempat ingin menyuruh Pak Sopir mengecilkan volumenya. Namun, kok lama-lama enak juga, ya. Hehehe. Jiwa mantan penikmat sekaligus pengamat musik dangdut-ku terpanggil, ekses langsung dari Aneka Ria Safari dan Album Minggu.
Seorang bapak yang duduk di depanku mulai menghentakkan kakinya, mengikuti irama. Yaaahhhh...emang sudah tak diragukan lagi kalau dangdut itu milik Indonesia. Ada di dalam darah setiap orang yang ngakunya dari Indonesia. Entah kaki atau jempol biasanya langsung goyang mendengar irama satu ini

Kalo ditilik dari jenis suara dan kekhasan, aku bisa memastikan kalo salah satunya milik Inne Cinthya. Dan, mungkin ini lagu milik grupnya yang dulu laris, Manis Manja.
Abah dan emak menemaniku beberapa belas menit. Syairnya lumayan menarik, ada hikmah di dalam. Jangan mau kawin mudah kalau belum siap.
Lagu ini mungkin juga bisa kupakai. Sebagai senjata, menghadapi desakan orangtua dan keluarga
                                         
                                                                     ***
Abaaaahhhhh... Emaaaaakkkk...!
Sasasasa...sabar duluuu... Sabarlaaah dulu.
Tutututu.. Tunggu dulu. Tunggulaaah dulu.

Jumlah Kata: 219

Keterangan:
 
Pete-Pete: Sebutan untuk angkot di Makassar dan kendari


Terinspirasi dari lagu Abah Emak punya Manis Manja Grup.

FF ini diikutsertakan dalam Lomba FF oleh 9LightsProduction.

Thursday, May 3, 2012

Lelang...lelang!!




Jum'at yang penuh berkah ini dianjurkan banyak-banyak shawalat dan sedekah. Nah, sekalian niy, bagi mpers yang suka dengan batik, ada kain batik cap cirebon berbahan katun yang mau saya lelang. Hadiah dari lomba blogfam kemarin ini awalnya mau saya jadikan kemeja, tapi belum juga terwujud. Daripada tergeletak di kamar, lebih baik di lelang buat amal. Rencananya hasilnya mau diberikan ke mbak Imazahra.
Harga batiknya, Rp. 175.000,-, dengan free ongkir (tapi nanti via POS ya..hehe). Transfernya ke rekening mba Ima saja,
no rekening Bank Mandiri a.n. Fatimah Chairi
031-000-545-787-7
Atau rekening BCA a.n. Fatimah Chairi
78-20-12-77-27 (harap menyimpan bukti transfernya, ya^^).

Yang berminat, silakan komen atau PM. Sekian dan terima kasih.


Ada yg mau beli kain batik buat amal? *ygmausilakankomendibwhB-)

Miras dan Budaya

Pukul 2 siang kemarin.
Lokasi, my office.


Suddenly, "Bruuukkk!"
Bunyi benda jatuh mengagetkan kami, semua penghuni kantor.
"Apa itu?" semua berteriak mencari tahu sumber bunyi.
"Wei, tabrakan!!" segera beberapa orang menuju lokasi, jalan di depan kantor.

Seketika itu, puluhan orang berkerumun. Seorang pengendara motor terlihat tergeletak di pinggir jalan, tak bergerak.
"Telepon ambulan! Berapa nomornya?" salah satu kawan bergegas mencari telepon, dia langsung menekan nomor Rumah Sakit Provinsi yang memang dihafalnya.

Aku hanya melihat dari jauh, tak berani mendekat. Rasa kaget dan ngeri melihat kecelakaan lebih mendominasi.

"Masih bernafas ji," seru temanku yang juga melihat dari jauh.

Beberapa waktu kemudian, seorang kawan, satpam kantor dan dua warga setempat berhasil menggotong si korban naik ke atas mobil, rencananya akan dibawa ke rumah sakit.

Sayup-sayup terdengar celetukan seorang Ibu,
"Da mabok!"
"Bau minuman memang," temanku yang menolong memastikan.

Ya Allah, miras mengambil korban lagi...

Aku teringat peristiwa beberapa bulan sebelumnya. Seorang pria terbaring di jalanan. Dia terjatuh dari motornya tiba-tiba, mabuk!

Miras menjadi budaya di kampungku, sangat memprihatinkan. Tak jarang keramaian atau pesta disemarakkan dengan pesta minum. Tua dan muda, tak pandang usia. Berbagai jenis minuman lokal, seperti kameko (tuak) dan pongasi (arak beras), diproduksi rumahan dan bisa didapat dengan mudah.

Walau dalam agama telah diajarkan kalau minuman berakohol itu haram, namun masih saja menganggap kalau minum itu tak mengapa

Bahaya alkohol yang banyak tak dipedulikan, lebih mementingkan nikmatnya yang tak bertahan lama. Kerusakan hati, kecelakaan (seperti kejadian di atas), perkelahian serta kelainan otak, serta banyak akibat buruk lainnya, semua gara-gara alkohol dalam minuman keras. Peristiwa kekacauan di kampus lokal beberapa bulan lalu juga sedikit banyak bermula dari miras.

Kalau berharap dari kebijakan pemerintah daerah, mungkin tak bisa banyak. Ini bisnis besar, menghasilkan uang dan banyak pihak tak mau kehilangan pendapatannya. Sekali lagi, cuma bisa menjaga diri dan keluarga agar jauh-jauh dari pengaruh buruknya.